My Name Card

Adi Fikri Humaidi | Photographer

IAIN "SMH" Banten Saat Sore Hari

Orientasi Pengenalan Akademi (OPAK) 2012

IAIN "SMH" Banten

Orientasi Pengenalan Akademi (OPAK) 2012

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 26 November 2012

Jenis Bahan Untuk Jaket

Jaket merupakan salah satu jenis pakaian yang dibutuhkan hampir semua orang. Jaket juga bisa digunakan sebagai penghangat ketika kita merasa kedinginan pada malam hari atau pagi hari. Dalam pembuatan jaket, ada beberapa bahan khusus atau bahan dasar untuk membuat jaket tersebut. Karena bahan pembuat jaket tidak sama dengan bahan kain untuk membuat kemeja atau baju pada umumnya. Di bawah ini ada beberapa jenis bahan pembuat jaket.

Beberapa variasi jenis kain atau bahan yang biasa digunakan untuk membuat jaket yaitu :

Bahan Parasut - Bahan parasut dipilih karena musim dingin saat dikenakan. Selain itu, tidak begitu berat ketika dipakai sebagai lapisan jaket tebal bulu dalam. Parasut bahan yang lebih mudah tersedia dan mudah diakses.

Bahan Katun Tebal - Katun sangat enak ketika dipakai karena bisa menyerap keringat. Khusus untuk jaket, bahan katun yang dikenakan adalah bahan yang tebal dari katun yang biasa digunakan untuk membuat kemeja akan tetapi didesain secara khusus dan tambahan sehingga bisa lebih hangat bila digunakan.
Bahan Corduroy - Corduroy (corduroi) mirip permukaan tekstur seperti garis-garis kain. Warna variasi dari jenis kain corduroi memiliki lebih banyak pilihan. Cukup dengan lapisan kain katun tebal, dapat dibuat menjadi jaket. Terkadang, materi tidak memerlukan pelapis corduroi di dalamnya karena corduroi memiliki berbagai ketebalan. Bahan untuk membuat jaket jenis korduroi (corduroi) juga dapat digunakan sebagai bahan untuk celana.
Bahan Wool - Wol juga bisa dibuat menjadi jaket. Wol terbuat dari benang pintal yang tebal dari kulit domba. Wol adalah bahan yang hangat bila dipakai sehingga pada umumnya tidak perlu menggunakan lapisan dalam. Lapisan dalam digunakan untuk memberi efek halus pada kulit badan kita, seperti bahan katun tipis, supaya yang memiliki kulit sensitif terhadap sentuhan benang wol tidak berpengaruh terhadap kulitnya dan kain yang dipakainya.  

Bahan Jeans - Bahan ini tidak hanya menarik untuk membuat sepasang celana atau baju. Biasanya celana jeans bahan yang digunakan untuk membuat jaket. Tekstur yang cukup tebal dan berat dapat digunakan sebagai alternatif pilihan untuk model bahan jaket dapat dibuat untuk model dalam waktu sekarang untuk membuat orang bosan untuk memakainya.
Bahan Diadora, Adidas dan Lotto - Tiga jenis kain tersebut merupakan bahan yang sering digunakan untuk bahan jaket sporty. Bahan lotto dan diadora merupakan bahan pembuat jaket yang agak mengkilat dan diadora agak lebih tebal, sementara adidas lebih tidak mengkilat. 

Bahan Canvas - Bahan kanvas merupakan bahan jaket yang biasanya digunakan untuk membuat jaket-jaket kasual dan setengah resmi.

Bahan Drill - Bahan drill biasanya digunakan sebagai bahan jaket-jaket yang berkesan formal.
Bahan Tessa - Tessa jenis bahan mungkin masih agak asing di telinga kita. Jika Anda mendengar kata “tessa” biasanya kita mengingat nama orang tersebut. Tapi tessa nama di sini tidak akan menyebut nama orang tapi tessa di sini adalah bahan yang digunakan untuk membuat jaket mantel semi. 

Rabu, 21 November 2012

Wisata Adat Kampung Suku Baduy di Desa Cibeo, Rangkasbitung, Banten

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang melimpah dari Sabang dari Merauke. Keragaman adat Indonesia mewarnai setiap tempat wisata yang ada di Kepulauan Nusantara. Bermacam-macam wisata budaya memiliki keunikan tersendiri dan memberi ciri khusus pada karakter masyarakat tersebut. Hal tersebut mendorong bagi terciptanya iklim wisata budaya yang unik disaat beragam wisata modern kian menjamur di tanah air.

Salah satu wisata adat yang terkenal di Indonesia adalah perkampungan suku Baduy di provinsi Banten. Masyarakat adat suku Baduy tinggal di Desa Cibeo, Kabupaten Rangkasbitung dan memiliki kekerabatan dengan Suku Sunda. Suku Baduy terbagi menjadi menjadi dua kelompok, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Warga mereka menganut agama Hindu, Islam, atau Buddha. Ciri khusus kehidupan suku Baduy adalah menolak keberadaan kehidupan modern dalam setiap segi kehidupan warganya. Mereka berpegang teguh pada cara hidup secara alami.

Daya tarik wisata adat di Kampung Baduy adalah kehidupan alami dengan pemandangan alam yang indah, keindahan tenun khas suku Baduy, dan memperkenalkan keragaman budaya Indonesia pada anak-anak. Berkat sisi misterius suku Baduy, tempat wisata di Banten ini sering dijadikan rujukan sebagai tempat wisata pendidikan di Indonesia. Banyak akademisi yang melakukan penelitian disana untuk mengetahui cara bertahan hidup dengan mengabaikan perkembangan budaya modern.

Transportasi Menuju Kampung Cibeo Suku Baduy

Rumah warga suku baduy di desa Cibeo
Rumah Warga Suku Baduy di Desa Cibeo

Bagaimana cara bepergian dan berwisata menuju Kampung Adat Suku Baduy? Cara paling murah bepergian ke Rangkasbitung yang direkomendasikan oleh Johanes Jonaz dari Milis Backpacker adalah dengan transportasi kereta api. Jika Anda berangkat liburan dari Jakarta, maka Anda bisa menuju stasiun Jakarta Kota, stasiun Tanah Abang, maupun stasiun Pasar Senen. Jadwal keberangkatan kereta selengkapnya silakan dilihat di website resmi PT. KAI.

Perjalanan kereta api dari Jakarta menuju stasiun Rangkasbitung tarifnya Rp2.000. Sesampai di Rangkasbitung, wisatawan lanjut naik angkot menuju terminal Aweh. Kalau sudah sampai terminal Aweh, kita lanjutkan lagi perjalanan menuju terminal Ciboleger dengan kendaraan elf. Nah, di Ciboleger inilah Anda tinggal mencari pemandu wisata yang akan menuju ke Kampung Adat Suku Baduy di Desa Cibeo.

Mengapa backpacker yang liburan ke Desa Cibeo disarankan memakai jasa pemandu wisata? Alasan pertama, karena mereka lebih tahu medan wisata. Alasan kedua, karena ada beberapa aturan dan pantangan yang tidak boleh dilanggar selama wisatawan berkunjung ke Kampung Baduy di Rangkasbitung tersebut. Ingat, kehidupan mereka bersifat mengisolasi diri dari dunia luar. Jangan sampai kita dapat masalah karena ketidakpahaman terhadap aturan yang ditetapkan oleh ketua adat suku Baduy.

Suku Baduy Menolak Kehidupan Modern

Seperti halnya kehidupan Suku Kajang di Makassar, Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok. Suku Baduy Luar saat ini telah berkembang menjadi puluhan perkampungan dengan sedikit sekali sentuhan dunia luar. Sementara itu, Suku Baduy Dalam terbilang sangat ketat dalam membatasi diri untuk berhubungan dengan masyarakat luar. Mereka tinggal di wilayah pegunungan Desa Cibeo, dekat Gunung Kendeng yang menjadi batas alam antara provinsi Banten dan Jawa Barat.

Baik masyarakat Baduy Luar maupun Baduy Dalam sama-sama membatasi diri untuk bercakap-cakap dengan orang luar, misalnya wisatawan dan pemandu wisata. Mereka hanya akan bicara kalau terpaksa, itu pun dilakukan seperlunya saja. Kesan tertutup dan primitif memang terasa sekali di Desa Cibeo. Pembatasan tersebut dilakukan karena masyarakat Suku Baduy mempercayai bahwa kehidupan orang luar dapat mencelakan keberlangsungan hidup anak cucu mereka.

Masyarakat suku Baduy tidak menggunakan alat transportasi modern, misalnya sepeda kayuh, sepeda motor, apalagi mobil. Mereka juga tidak memakai alat-alat elektronik, tidak menggunakan energi listrik, mandi di sungai, dan hanya memakai pakaian hasil tenunan warga Baduy sendiri. Hal ini akan mengingatkan kita pada wisata adat kampung Bena di Nusa Tenggara Timur (NTT) dimana sifat primitif masih kental sekali.

Oleh karena itu, bila Anda berniat menghabiskan waktu liburan di Kampung Adat Baduy di Desa Cibeo, siapkan diri untuk menjalani kehidupan secara alami tanpa bantuan alat komunikasi dan segala kemudahan lainnya. Siapkan pula jaket tebal, sleeping bag, sepatu mendaki, senter, dan isi penuh baterai handphone sebelum berangkat ke Desa Cibeo. Kehidupan alam juga mengharuskan setiap wisatawan tidur beralaskan bambu di tengah udara pegunungan yang sangat dingin.
Wisata Adat Kampung Suku Baduy di Desa Cibeo, Rangkasbitung, Banten

Pantangan Berkunjung ke Kampung Adat Suku Baduy

Terdapat beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukan oleh setiap wisatawan ketika berkunjung ke perkampungan adat suku Baduy di Desa Cibeo. Yang pertama adalah jangan berkunjung ke perkampungan Baduy Dalam pada bulan Fabruari dan Maret setiap tahunnya. Kemudan, harap berhati-hati ketika melakukan perjalanan pada musim penghujan karena wilayah pegunungan Desa Cibeo sangat licin untuk didaki.

Pantangan kedua adalah tidak boleh mengambil foto di kampung adat Baduy. Warga suku Baduy akan menolak untuk diajak berfoto. Penggunaan kamera dilarang karena mereka beranggapan itu adalah sebuah pamali yang melanggar aturan ketua adat. Bila Anda ingin mengabadikan gambar tempat wisata disana, lebih baik pikir ulang niat tersebut karena norma adat disana sangat ketat.

Lalu, larangan ketiga adalah warga asing dari Eropa dan Amerika (bule) dan keturuan Tionghoa dilarang masuk selamanya ke kampung adat suku Baduy. Yang diperbolehkan berkunjung kesana hanyalah warga pribumi Indonesia dan keturunan Arab. Aturan ini terkesan diskriminatif, tapi itulah undang-undang yang berlaku pada masyarakat adat suku Baduy di Desa Cibeo.

Keragaman budaya daerah di Indonesia merupakan pembentuk budaya nasional yang menjadi kepribadian bangsa Indonesia. Wisata adat suku Baduy di Desa Cibeo, Rangkasbitung, Banten menjadi aset budaya lokal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi perkembangan iklim wisata di Indonesia. 
Mari jalan-jalan keliling Nusantara!

Sumber: http://tempatwisata.web.id

Napak Tilas Sejarah di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

http://bandung.panduanwisata.com/files/2011/07/monumen-perjuangan-rakyat.jpg 
Siapa yang tak mengenal keelokan Kota Bandung dengan sejuta pesonanya. Kota berjuluk Paris van Java ini ditakdirkan selalu menggoda siapapun dengan ragam caranya sendiri. Apa buktinya bahwa Bandung merupakan kota “penggoda”? lihat saja antrian kendaraan yang selalu bejubel di jalanan kota, terlebih ketika musim liburan tiba. Demikianlah Kota Bandung yang kini telah berusia dua ratusan tahun. 

Simbol Perjuangan Rakyat Jabar
 
Sudahkah Anda mendengar nama Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat? Monumen ini dibangun sekitar tahun 1995 dimana lokasinya beradu hadap dengan gedung yang lainnya yang menjadi ikon Kota Bandung, yakni Gedung Sate. Apa yang menjadi keistimewaan monumen ini? Hampir di sepanjang dinding monumen ini terdapat relief yang menggambarkan begitu heroiknya perjuangan rakyat Jawa Barat. Tidak hanya itu, di dinding monumen ini juga terdapat semacam prasasti dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang Jawa Barat.

 
Di monumen ini terdapat ruangan bawah tanah yang juga masih merupakan bagian dari monumen utama. Untuk mausk ke dalam monumen pengunjung tak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Ketika hendak masuk pengunjung biasanya lewat pintu belakang karena pintu depan monumen tak pernah dibuka. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk mengulik kisah heroik para pejuang Jawa Barat ini berlaga, maka mengunjungi monumen ini menjadi keniscayaan. Disarankan untuk mengunjungi monumen ini pada hari minggu karena didepan monumen terdapat pasar minggu gazibu yang menjual berbagai jenis barang dengan harga murah meriah.

 
Banyak aktivitas yang sering dilakukan di monumen ini. Selain sebagai titik massa untuk berkumpul sebelum dan sesudah aksi dalam berbagai isu tuntutan, di monumen ini sering pula diadakan acara-acara hiburan. Seperti pasar malam, acara dangdut, dan acara-acara lain yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi di negeri ini. Di monumen ini terdapat relief-relief mengenai perjuangan rakyat Jawa Barat dalam melawan penjajah.

 
Kedua pintu besi yang menuju ke sebuah ruang di bawah monumen, dan seharusnya di ruangan itu terdapat perpustakaan, diorama perjuangan rakyat Jawa Barat, dan auditorium. Tetapi dari berdirinya monumen itu, sekitar tahun 1996 sampai sekarang, belum dibuka.

Lokasi
 
Monumen ini terletak di sebelah utara Gedung Sate Bandung. Jika kita berada di plaza monumen tersebut, secara garis lurus, kita dapat melihat dengan jelas bangunan Gedung Sate. Antara monumen dan Gedung sate,  terdapat Taman Kota Jl. Surapati, Lapangan Gasibu, dan Jl. Diponegoro. Monumen ini dekat juga dengan Kampus Universitas Padjajaran di Jalan Dipati Ukur Bandung.
Selamat Berkunjung!

Sumber: http://bandung.panduanwisata.com